JENIS-JENIS AWAN
Proses Pembentukan Awan
Udara di sekeliling kita banyak
mengandung uap air. Tidak terhitung banyaknya gelembung udara yang terbentuk
oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air terangkat
ke langit. Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah yang berfungsi
sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik air.
Selanjutnya aerosol ini naik ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara
terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan
selanjutnya mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil dari uap air dalam udara
yang mengembun inilah yang terlihat sebagai awan. Makin banyak udara yang
mengembun, makin besar awan yang terbentuk.
![]() |
Jenis-jenis awan berdasarkan ketinggiannya dapat dlihat pada
gambar berikut.
![]() |
Awan yang dijadikan sasaran dalam
kegiatan hujan buatan adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang aktif, dicirikan
dengan bentuknya yang seperti bunga kol. Awan Cumulus terjadi karena proses
konveksi. Secara lebih rinci awan Cumulus terbagi dalam 3 jenis, yaitu: Strato
Cumulus (Sc) yaitu awan Cumulus yang baru tumbuh ; Cumulus, dan Cumulonimbus
(Cb) yaitu awan Cumulus yang sangat besar dan mungkin terdiri beberapa awan
Cumulus yang bergabung menjadi satu.

Jenis awan Cumulus (Cu) yang bentuknya seperti bunga kol,
merupakan jenis awan yang dijadikan sebagai sasaran penyemaian
dalam kegiatan hujan buatan
merupakan jenis awan yang dijadikan sebagai sasaran penyemaian
dalam kegiatan hujan buatan
Awan
Dingin dan Awan Hangat
Berdasarkan suhu lingkungan fisik
atmosfer dimana awan tersebut berkembang, awan dibedakan atas awan dingin (cold
cloud) dan awan hangat (warm cloud). Terminologi awan dingin diberikan untuk
awan yang semua bagiannya berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu di bawah
titik beku (< 00C), sedangkan awan hangat adalah awan yang semua
bagiannya berada diatas titik beku ( > 00C).
Awan dingin kebanyakan adalah awan
yang berada pada daerah lintang menengah dan tinggi, dimana suhu udara dekat
permukaan tanah saja bisa mencapai nilai <00C. Di daerah tropis
seperti halnya di Indonesia, suhu udara dekat permukaan tanah sekitar 20-300C,
dasar awan mempunyai suhu sekitar 180C. Namun demikian puncak awan
dapat menembus jauh ke atas melampaui titik beku, sehingga sebagian awan
merupakan awan hangat, sebagian lagi diatasnya merupakan awan dingin. Awan
semacam ini disebut awan campuran (mixed cloud).

Ilustrasi
awan dingin dan awan hangat
Udara selalu mengandung uap air.
Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan.
Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
- Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
- Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk,
titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi
semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga
sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan
turunlah hujan.
Jika titik-titik air tersebut
bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah
yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di
dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan
kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.
Awan tinggi
Bentuk awan tinggi antara 10.000 dan
25.000 kaki (3.000 dan 8.000 m) di daerah kutub , 16.500 dan 40.000 kaki (5.000
dan 12.000 m) di daerah beriklim sedang dan 20.000 dan 60.000 kaki (6.000 dan
18.000 m) di daerah tropis
Awan tengah
Awan Tengah cenderung terbentuk pada
6.500 kaki (2.000 m), tetapi dapat terbentuk pada ketinggian sampai 13.000 kaki
(4.000 m), 23.000 kaki (7.000 m) atau 25.000 kaki (8.000 m), tergantung pada
daerah. Umumnya lebih hangat iklim, semakin tinggi dasar awan. Nimbostratus
awan kadang-kadang disertakan dengan awan menengah. [2] The World Meterological
Organisasi mengklasifikasikan Nimbostratus sebagai awan menengah yang dapat
mengentalkan ke dalam rentang ketinggian rendah selama hujan
Awan rendah
Ini ditemukan dari dekat permukaan
hingga 6.500 kaki (2.000 m) dan termasuk Stratus genus. Ketika awan Stratus
kontak dengan tanah, mereka disebut kabut , meskipun tidak semua bentuk kabut
dari Stratus
Awan rendah tengah
Awan ini dapat didasarkan manapun
dari permukaan dekat sekitar 10.000 kaki (3.000 m). Cumulus biasanya bentuk
pada rentang ketinggian rendah tapi dasar akan naik ke bagian bawah kisaran
menengah saat kondisi kelembaban relatif sangat rendah. Nimbostratus biasanya
bentuk dari altostratus di tengah rentang ketinggian tapi dasar mungkin mereda
ke kisaran rendah selama precipitaion. Kedua jenis awan dapat mencapai
ketebalan yang signifikan dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai awan
vertikal (Keluarga D), terutama di Eropa. Namun, cumulus biasa, menurut
definisi, tidak sesuai dengan tingkat vertikal yang menjulang cumulus (kumulus
congestus) atau paling cumulonimbus . Nimbostratus Sangat tebal dapat perkiraan
cumulus menjulang, tetapi jatuh juga pendek tingkat vertikal awan cumulonimbus
berkembang dengan baik
Jenis jenis awan
-Awan Commulus, yaitu awan yang bergumpal dan
bentuk dasarnya horizontal
-Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
-Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan
-Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
-Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan
Awan-awan itu memiliki berbagai
macam bentuk khas dan sifatnya sendiri-sendiri. Dalam golongan awan rendah ada
yang bernama Comulonimbus yang diberi kode Internasional penerbangan Cb.
Sifatnya adalah berada di ketinggian rendah, gumpalan sangat besar, dan umumnya
berwarna gelap. Cb sangat berbahaya karena mengandung arus listrik dan disertai
golakan udara yang dahsyat. Para pilot sangat menghindari karena fatal
akibatnya bila pesawat terbang masuk ke dalam awan Cb. Selain itu dalam
golongan awan rendah ada yang bernama Cumulus (Cu), Stratus (St), dan
Stratocumulus (Sc).
Cu umumnya terlihat sebagai tumpukan kapuk di
angkasa. Jumlahnya tidak tetap, kadang tebal, tapi lebih sering kecil dan
tipis. Sedang St letaknya lebih tinggi dari Cu warnanya agak kecoklatan dan
cenderung tipis. Sc yang paling tinggi berbentuk ombak dan kadang dalam bentuk
kecil-kecil. Ada tiga jenis yang termasuk awan medium yaitu Nimbostratus (Ns),
Altostratus (As), dan Altocumulus (Ac). Ns adalah awan tebal dengan warna gelap
dan seringkali mengandung air hujan atau salju. Diatasnya adalah awan As yang
berbentuk tidak stabil, kadang tebal gelap, kadang tipis cerah. Sementara Ac
berwarna kecoklatan dan cenderung tipis karena kecendrungan awan, makin tinggi
maka makin tipis.Tiga jenis awan tinggi, yaitu Cirrostratus(Cs), Cirrocumulus
(Cc), dan awan paling tinggi dari semua awan yaitu awan Cirrus (Cs). Berbentuk
tipis, putih, dan mengandung partikel es. Partikel inilah yang menyebabkan
efek optik bila terkena sinar matahari.
Bentuk-bentuk Awan
Bentuk awan bermacam macam
tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya.Tapi bentuk utamanya ada tiga
jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang
bentuknya berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut
cumulus (ejaan Indonesia: stratus, sirus, dan kumulus). Di daerah rendah
(kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang
tidak terlalu tinggi. Di daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus,
dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal
di daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan
terjadinya guruh dan petir.
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegununganJaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus. Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegununganJaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus. Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.
1.
Awan
Cirrue adalah awan putih terpisah-pisah seperti benanghalus atau pecah-pecah
atau jalur-jalur sempit atau matapancing atau bulu ayam atau serabut yang
berwarna putihkeperak-perakan.
2.
Awan
Cirro Cumulus adalah awan tipis putih terpisah-pisahseperti biji-bijian, sisik
ikan, bulu domba yang tipis yangberwarna putih bersih.
3.
Awan
Cirro Stratus adalah awan yang transparan denganpuncak seperti serabut halus
menutupi sebagian atauseluruhnya dari langit dengan warna keputih-putihan. Awan
iniumumnya menimbulkan phenomena lingkaran putihdisekeliling bulan atau
matahari.
4.
Awan
Alto Cumulus adalah awan yang seperti bulu dombaatau sisik ikan tetapi agak
melebar 10 s/d 50 dengan warnaputih bersi, atau abu-abu atau campuran dari
dua-duanya.
5.
Awan Alto Stratus adalah awan yang seperti
lembaranlembaranatau lapisan-lapisan jalur yang berwarna abu-abuatau
kebiru-biruan. Jenis awan ini sering menimbulkan hujanmerata.
6.
Awan
Nimbo Stratus adalah awan yang seperti lembaranlembaranatau lapisan-lapisan
yang tebal, dengan warna abuabudan gelap. Jenis awan ini sering menimbulkan
hujan lebat,matahari akan tertutup oleh jenis awan ini.
7.
Awan Stratus adalah awan yang berlapis-lapis
tipis denganwarna abu-abu dengan dasar hampir serba sama, dapatmenimbulkan
hujan es.
8.
Awan
Strato Cumulus adalah awan yang berlapis-lapisaktebal agak gelap, berwarna
abu-abu atau putih atau campurandari kedua-duanya, mempunyai lebar lebih dari
50
9.
Awan
Cumulus adalah awan yang terpisah-pisah umumnyapadat dengan batas yang jelas,
berbentuk seperti bukit-bukit ,menari-menari dan bagian atasnya berbentuk
seperti bungakool.
10. Awan Cumulus Nimbus adalah awan yang
besar, padat danmeluas puncaknya menyerupai gunung atau menara yangbesar atau
seperti cengger ayam dengan warna gelap.


Terima kasih, ini bermanfaat sekali
BalasHapus