Unsur-
Unsur Iklim, Kendali Iklim dan Iklim Yang Dihasilkan
Ada
beberapa unsur yang mempengaruhi iklim, yaitu suhu udara, tekanan udara, kelembaban
udara, curah hujan, radiasi surya,
lama penyinaran, angin, dan evapotranspirasi potensial
1.
Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas
atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut
thermometer. Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur
(R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah
tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin. Di lain pihak, pada
waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika ketinggian bertambah.
Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara
berkurang (turun) rata-rata 0,6o C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur
vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1o C.
Suhu udara diukur dengan
termometer, kertas yang berisikan catatan suhu disebut termogram. Macam-macam
termometer dan dapat digunakan untuk mengukur suhu udara, yaitu termometer air
raksa, maksimum, miminum, maksimum dan minimum. Tipe six belani, binetal,
bourdan, dan termometer tahanan, di bawah ini digambarkan termometer maksimum-minimum
tipe six belani. Pengukuran
suhu udara dilakukan secara terus menerus selama 24 jam sehingga didapatkan
suhu rata-rata harian. Ini digunakan untuk menentukan suhu bulanan, suhu
rata-rata bulanan digunakan untuk menentukan suhu tahunan dan suhu rata-rata
bulanan diambil selama satu tahun dan suhu rata-rata tahunan diambil selama
beberapa tahun.
Suhu udara, diukur dengan
termometer. Suhu udara harian diperoleh dengan menentukan rata-rata suhu
sepanjang hari, demikian pula suhu bulanan dan tahunan. Dari catatan suhu harian didapatkan:
-
menjelang hujan, suhu udara meningkat
karena radiasi matahari tertahan oleh awan.
-
Suhu udara dataran rendah lebih tinggi
dari suhu udara di dataran tinggi.
-
Suhu udara daerah tropik lebih tinggi
dari daerah sedang dan kutub.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu
udara suatu daerah adalah:
a.
Lama penyinaran matahari.
b.
Sudut datang sinar
matahari.
c.
Relief permukaan bumi.
d.
Banyak sedikitnya awan.
e.
Perbedaan letak lintang.
Iklim
adalah sintesis atau kesimpulan atau rata-rata perubahan unsur-unsur cuaca
(hari demi hari dan bulan demi bulan) dalam jangka panjang di suatu tempat atau
pada suatu wilayah.Sintesis tersebut dapat diartikan pula sebagai nilai
statistik yang meliputi antara lain nilai rata-rata, maksimum, minimum,
frekuensi kejadian, atau peluang kejadian dari cuaca. Iklim dapat pula
diartikan sebagai pola kebiasaan serta perubahan cuaca di sutau tempat atau
wilayah.
![]() |
2.
Tekanan udara
Adalah
udara yang mempunyai massa sehingga dapat menekan permukaan bumi. Alat untuk
mengukur tekanan udara disebut barometer. Barometer ditemukan oleh Torricelli
pada tahun 1644, hasil penemuan alat pengukur tekanan udara y lain adalah
barometer anaroid, barometer ini mudah dibawa ke lain tempat dan dapat juga
digunakan untuk mengukur tinggi tempat di atas permukaan air laut. Garis-garis
pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara yang
sama disebut Isobar.
Tekanan
udara diukur dengan barometer. Makin
tinggi suatu tempat tekanan udaranya makin berkurang, karena lapisan udara
makin tipis. Tekanan udara mempunyai satuan cm Hg, dengan standar pengukuran
adalah tekanan udara permukaan laut sebesar 76,0 cm Hg. Satuan yang lain adalah
milibar (mb) dimana 1 cm Hg = 13,3 mb. Jenis barometer yang mudah
dipindah-pindah adalah barometer aneroid. Barometer aneroid yang dapat dipakai
mengukur ketinggian dari permukaan laut disebut altimeter.
3.
Kelembaban udara
Kelembaban udara adalah
banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Jumlah uap air maksimum yang
dikandung udara disebut udara jenuh. Kelembaban mutlak
adalah banyaknya uap air (dalam gram) yang terkandung dalam 1 m3 udara.
Kelembaban relatif adalah perbandingan antara massa uap air yang ada di udara dan
massa uap air yang dikandung
oleh udara jenuh. RH
= m/ms x 100%. Kelembaban
relatif dipengaruhi oleh:
-
kandungan uap air, makin banyak makin
tinggi
-
suhu udara, udara dingin akan makin tinggi.
Bila
udara terus mendingin menyebabkan kelebihan uap air yang dikandung udara
mengembun, menghasilkan bintik-bintik air yang melayang di udara (awan/embun).
Bila terus bertambah banyak akhirnya akan turun menjadi hujan. Alat untuk
mengukur kelembaban relatif udara disebut higrometer, yang bekerja berdasarkan
sifar rambut ketika basah dan kering.
Ada
2 macam yaitu kelembaban absolut (mutlak) dan kelembaban relatif (nisbi).
Kelembaban absolut adalah banyaknya uap air yang terdapat dalam 1 meter kubik
udara. Sedangkan kelembaban relatif adalah perbandingan antara jumlah uang air
yang ada dalam udara pada volume dan suhu, alat pengukur kelembaban relatif
disebut higrometer.
4.
Curah
Hujan
Mengingat
iklim adalah sifat cuaca dalam jangka waktu panjang pada tempat tertentu atau
daerah yang luas, maka data cuaca yang digunakan hendaklah mewakili keadaan
atmosfer seluas mungkin di tempat atau wilayah yang bersangkutan. Demikian pula
datanya haruslah murni dan terhindar dari gangguan lokal. Pada
prinsipnya data iklim harus terbentuk dari data cuaca yang dapat mewakili (representative)
secara benar keadaan atmosfer suatu tempat atau wilayah luas dan dalam jangka
waktu sepanjang mungkin. Orgainsasi Meteorologi Sedunia (World Meteorological
Organization, WMO) merekomendasikan jangka waktu minimum 30 tahun.
1)
Hujan Konvektif, Terjadi di daerah tropis pada
musim kemarau dimana udara yang berada dekat dengan permukaan tanah mengalami
pemanasan yang intensif. Pemanasan menyebabkan rapat massa berkurang, sehingga
udara basah naik ke atas dan mengalami pendinginan sehingga terjadi pendinginan
dan kondensasi.
2)
Hujan Siklonik, Terjadi jika massa udara
yang relatif ringan bertemu dengan massa udara yang relatif berat, maka udara
panas yang lembab dan ringan akan bergerak ke atas udara yang dingin dan berat
sehingga terjadilah kondensasi dan terjadilah hujan. Hujan siklonik mempunyai
sifat terjadi dalam waktu pendek dan penyebaran terbatas.
3) Hujan
Orografik, Jika massa udara lembab terangkat ke atas oleh angin yang terangkt
karen adanya gunung, pegunungan, daratan tinggi sehingga terbentuk awan dan
hujan. Sisi gunung yang dilalui oleh udara tersebut banyak mendapat hujan yang
disebut lereng hujan sedangkan sisi belakangnya yang dilalui udara kering
disebut lereng bayangan hujan.
![]() |

5.
Radiasi
Surya
Radiasi surya merupakan sumber
energi utama kehidupan di muka bumi ini. Setiap waktu hampir terjadi perubahan
penerimaan energi radiasi surya yang dapat mengaktifkan melekul gas atmosfer
sehingga terjadilah pembentukan cuaca. Cuaca adalah keadaan fisik atmosfer
jangka pendek dan mencakup wilayah yang relatif sempit. Perubahannya dapat
dirasakan (kualitatif) dan diukur (kuantitatif). Keadaan unium rata-rata jangka
panjang kondisi cuaca membentuk suatu pola yang dinamakan iklim. Jadi iklim
adalah keadaan unsur cuaca rata-rata dalam waktu yang relatif panjang, dengan
unsur-unsur sebagai berikut: radiasi surya, suhu udara, kelembaban nisbi udara,
tekanan udara, angin, curah hujan, evapotranspirasi dan keawanan. Unsur
cuaca/iklim bervariasi menurut waktu dan tempat, yang disebabkan adanya
pengcndali iklim/cuaca (climatic controls).
Radiasi surya merupakan unsur
iklim/cuaca utama yang akan mempengaruhi keadaan unsur iklim/cuaca lainnya.
Perbedaan penerimaan radiasi surya antar tempat di permukaan bumi akan
menciptakan pola angin yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi curah
hujan, suhu udara, kelembaban nisbi udara, dan lain-lain. Pengendali iklim
suatu wilayah berbeda dari pengendali iklim di bumi secara menyeluruh.
Pengendali iklim bumi yang dikenal sebagai komponen iklim terdiri dari
lingkungan atmosfer, hidrosfer, litester, kriosfer, dan biosfer. Dalam hal ini
akan terjadi hubungan interaksi dua arah di antara ke lima jenis lingkungan
tersebut dengan unsur iklim/cuaca. Kondisi iklim/cuaca akan mempengaruhi
proses-proses fisika, kimia, biologi, ekofisiologi, dan kesesuaian ekologi dari
komponen lingkungan yang ada.
6.
Lama
Penyinaran
Matahari
merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses
pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung.
a.
Pemanasan secara langsung
Pemanasan
secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses
sebagai berikut:
sebagai berikut:
1) Proses
absorbs adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama,
sinar-X, dan ultra-violet. Unsur unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut
adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu.
2) Proses
refleksi adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke
angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan, dan partikel-partikel lain di
atmosfer.
3) Proses
difusi. Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala
arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru.
b.
Pemanasan tidak langsung
Pemanasan
tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara berikut:
1) Konduksi
adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian
lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya.
2) Konveksi
adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.
3) Adveksi
adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar).
4) Turbulensi
adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar
ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.
7. Angin
Adalah aliran
udara dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Angin dapat terjadi jika ada
faktor-faktor yang menyebabkan angin mempunyai arah dan kecepatan. Biasanya
untuk menentukan arah angin, digunakan bendera angin, dan kantong angin. Arah
bendera angin selalu menunjuk arah angin tersebut datang, kecepatan angin
diukur dengan anemometer dan hasil catatannya disebut anemoram. Satuan
kecepatan angin adalah km per jam atau knot (1 knot = 1,854 per jam).
8.
Evapotranspirasi

![]() |
Sumber :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar